Ramalan Pulau Jawa

11 12 2008

Pulau Jawa merupakan Pulau ketigabelas terbesar di dunia yang memiliki luas pulau 138.793,6 km2 dengan penduduk sekitar 124 juta jiwa atau dengan kepadatan 979 jiwa per km2 (Wikipedia). Berbeda dengan data resmi Bakosurtanal yang menyatakan bahwa luas Pulau Jawa adalah 132.187 km2 dan luas total daratan Indonesia adalah 1.919.443 km2, atau kurang lebih 7 persen dari luas daratan Indonesia. Sedangkan, jumlah penduduk di Pulau Jawa pada tahun 1990, menurut Agenda 21 Indonesia yang diterbitkan Kementerian Negara Lingkungan Hidup 1997, adalah 107.515.322 jiwa dari jumlah total penduduk Indonesia pada tahun tersebut sebanyak 179.243.375 jiwa, atau 60 persen penduduk Indonesia hidup di Pulau Jawa. Ini berarti kepadatan penduduk di Jawa adalah 813 orang per km2. Dari hasil Susenas 1980 hingga tahun 2000, identitas Pulau Jawa sebagai pulau terpadat di Indonesia belum juga hilang. Ironisnya, sebagian pulau lain, seperti Maluku dan Papua, yang luasnya masing-masing hampir empat dan lima kali luas Pulau Jawa hanya dihuni oleh sekitar 2 hingga 5 persen dari total penduduk Indonesia.

Tabel 1. Kepadatan Penduduk Indonesia Menurut Pulau,

(Tahun 1930 – 1998).

14

Permasalahan mengenai kepadatan penduduk Pulau Jawa bukanlah suatu hal baru. Pada tahun 1815, Gubernur Jenderal Inggris di Jawa, Thomas Stamford Raffles (1781-1826), dalam bukunya yang terkenal The History of Java, Vol I, hal 68-72, telah mengungkapkan gejala kelebihan penduduk (over population) Pulau Jawa. Kepadatan penduduk Jawa yang sangat tinggi terutama disebabkan oleh kebijakan pembangunan di era orde baru yang terkonsentrasi di pulau Jawa. Hal ini menyebabkan banyak penduduk yang tinggal di luar pulau Jawa bermigrasi dan menetap di pulau Jawa. Faktor lain yang mendorong kepadatan penduduk Jawa tinggi adalah pengaruh sejarah, dan tanahnya yang sangat subur sehingga memungkinkan pembuatan teras-teras sawah irigasi.

Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara.

Prediksi dalam Agenda 21 Indonesia, pada tahun 2020 penduduk Indonesia akan mencapai 254.214.909 jiwa dan penduduk Pulau Jawa akan berkembang menjadi 144.214.909 jiwa atau kepadatan penduduk menjadi 1091 orang per km persegi. Ini berarti 57,7 persen penduduk Indonesia hidup di 6,9 persen lahan daratan. Padahal tidak semua daratan dapat digunakan karena berupa gunung dan bukit yang ditutupi hutan lindung, atau topografi terjal yang tidak dapat dimanfaatkan, bahkan sebagian besar harus dilindungi untuk menjaga keseimbangan hidrologis.

Praktek-praktek pembangunan yang bias daratan pasca diberlakukannya UU No. 32 Tahun 2004 (sebelumnya UU No. 22 Tahun 1999) tentang Pemerintahan Daerah, mendorong percepatan eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan dalam beberapa tahun terakhir. Dari rasio penduduk terhadap ketersediaan lahan yang makin kecil, Pulau Jawa sampai tahun 2020 akan terus-menerus menghadapi degradasi lingkungan, seperti ketidakseimbangan hidrologis (keterbatasan tersedianya air, banjir, longsor), lingkungan hidup makin kumuh di bantaran-bantaran sungai, pantai, dan urbanisasi semakin meningkat karena kehidupan di tanah-tanah pertanian tidak memberi harapan yang baik, meningkatnya konversi lahan pertanian menjadi lahan nonpertanian (perumahan, industri, pusat-pusat jasa), meningkatnya konsumsi beras dengan bertambahnya penduduk, sedangkan luas lahan pertanian tidak berubah, malah berkurang, juga meningkatnya aspek sampingan dari kepadatan dan kemiskinan penduduk, seperti kesehatan, kriminalitas, dan pengangguran.

Solusi

Untuk dapat mengurangi penduduk Pulau Jawa minimal 2 juta per tahun, diperlukan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan di pulau-pulau besar dan kecil di luar Pulau Jawa, berbasis industri agromaritim. Rencana strategis ini perlu didukung oleh tata ruang terpadu antara pusat dan daerah serta antara darat dan laut untuk mengurangi tekanan penduduk terhadap lahan di Pulau Jawa.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Jawa

http://beranda.blogsome.com/2008/06/30/pembangunan-di-pulau-jawa/

http://meylya.wordpress.com/2008/11/30/akankah-pulau-jawa-akan-punah/

http://jawabali.com/lingkungan-hidup/ramalan-raffles-dan-du-bus-483

http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=140&fname=geo111_12.htm

http://www.walhi.or.id/kampanye/pela/060304_krsknlingkpsisrjw_li/

http://demografi.bps.go.id/versi1

About these ads

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: